Tunas Daud dalam Lintasan Sejarah

Pendahuluan

GBI TUNAS DAUD lahir karena kerinduan besar dari Tuhan untuk memulihkan Gereja.

Mengapa gereja perlu dipulihkan ?

Keadaan secara umum dari gereja masa kini sangat berbeda dengan gereja mula-mula.

1. Gereja mula-mula adalah gereja yang penuh kuasa (Kis. 2:40-41; 8:7,39; 19:11-13)

2. Gereja mula-mula memiliki standard kebenaran yang tinggi (Kis. 2:42)

3. Gereja mula-mula memiliki karakter kekristenan tingkat tinggi (Ibr. 6:1-2)

Gereja mengalami kemerosotan selama berabad-abad.

1. Banyak yang kehilangan kasih yang mula-mula.

2. Ada kemerosotan dalam nilai – nilai supra-natural

3. Kurang mengandalkan Roh Kudus

4. Ada kompromi dalam gereja.

Banyak pengajaran yang hilang dalam gereja, atau berkurang sehingga hanya sekedar upacara saja. Hal-hal tersebut antara lain: Karunia-karunia Roh Kudus, Pelayanan ‘Kelima-Jawatan’, Kemajemukan dalam penggembalaan, Keimaman Semua orang percaya, dan banyak lagi hal yang lain.

Perkerjaan – pekerjaan tersebut bukan sesuatu hal yang mudah, untuk itu kita membutuhkan beberapa hal sebagai berikut :

1. “TONGKAT MUSA”

“Tongkat Musa” berbicara tentang : Visi, Misi, Tujuan, Pola Pelayanan, Strategi Pelayanan dan Struktur Gereja.

2. “Roh ELIA”

“Roh ELIA” berbicara tentang : Kuasa, wibawa Allah, mujizat dan tanda – tanda heran.

3. Hati dan Karakter Kristus

Hati dan Karakter Kristus berbicara tentang : Kasih, belas kasihan, pengampunan dan kerendahan hati.

4. Komitmen Petrus

Komitmen Petrus berbicara tentang : berapapun harga yang harus dibayar untuk membangun Gereja dengan pola yang ILAHI dan mempersiapkan Kebangunan rohani harus dibayar !!

I. Latar Belakang

II Korintus 3 : 6

a. Sebelum Yesus

 Allah memberikan dasar pelayanan yaitu HUKUM TERTULIS, yang dikenal dengan Hukum Taurat.

 Dasar Hukum Tertulis (Taurat) adalah janji tentang kedatangan Yesus sebagai Juruslamat.

 Nabi – nabi yang melayani sebelum kedatangan Yesus yang pertama melayani berdasarkan Hukum Tertulis itu.

b. Sesudah Yesus

 Pelayanan membangun Kerajaan Allah dengan HUKUM ROH dalam rangka kedatangan Yesus kedua kali.

 Hukum tertulis berakhir sampai kematian Yesus dan kemudian Pelayanan sudah Yesus menggunakan Hukum ROH yang menghidupkan untuk membangun Kerajaan Allah sampai Yesus datang kedua kali.

Pelayanan dengan Hukum Roh memiliki ciri – ciri sebagai berikut :Pewahyuan, Nubuatan

- Karunia – Karunia Roh, Mimpi, Penglihatan, Tanda – Tanda ajaib, Buah RohLihat Kisah 2 : 17 – 18

II. Visi

Membangun Kerajaan Allah dalam rangka kedatangan Yesus kedua kali.

Membangun kerajaan Allah berarti :

a. Membangun Pemerintah

- Mempersiapkan dan memperlengkapi anak – anak Allah untuk berperan dalam pemerintahan ( Pelajar dan Mahasiswa).

b. Membangun Gereja

Pemulihan fungsi gereja yaitu :

- Gereja menjadi Rumah DOA

- Gereja menjadi Rumah Mujizat

- Gereja menjadi Rumah Puji – Pujian

- Gereja menjadi Rumah Perbendaharan Allah.

c. Membangun Keluarga Allah

- Kualitas anak laki – laki dan perempuan yang dipersiapkan untuk membangun kerajaan Allah.

III. Misi

“ Yang hilang akan kucari, yang tersesat akan kubawa pulang, yang luka akan Ku balut, yang sakit akan ku kuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan kulindungi… Yeh 34 : 16

Tujuh M ( 7M) yaitu :

- Mencari

- Membawa

- Menguatkan

- Melindungi

- Memperlengkapi

- Mengutus untuk membangun

IV. Moto

Melayani Yes !

Semua anggota gereja selalu siap untuk melayani

Melayani Yes berarti :

• Melayani dengan Hati

• Melayani dengan sungguh – sungguh dan bekerja keras

• Melayani dengan cerdas/berhikmat

V. Bentuk Gereja

a. Fondasi

1. Struktur Lima Jawatan Gereja adalah Struktur Lingkaran (24 Tua – tua mengelilingi Anak Domba)

b. Struktur Rumah Tangga :

Antara Ayah/ibu rohani dengan anak rohani :

• Ayah/Ibu Rohani : Gembala s/d Diaken

• Anak Rohani : Simpatisan s/d Murid.

Pengelompokan Jemaat :

Kelompok Inti – mereka yang aktif melayani

Yang Bertekad – mereka yang bertekad bertumbuh ke kedewasaan

Sidang Jemaat – mereka yang menjadi anggota gereja

Orang banyak – mereka yang secara tetap menghadiri kebaktian

Masyarakat – Ladang Misi

No Nama Jml

Pertemuan Status Keterangan

1. Simpatisan 1 s.d 3 Anak Masyarakat

2. Dalam Perhatian 4 s.d 8 Anak Orang banyak

3. Calon Murid 9 s.d 12 Anak Calon Murid

4. Murid >12 Anak Kelompok Inti

5. Pekerja >12 Ayah / Ibu Rohani Kelompok Inti

6. Diaken >12 Ayah / Ibu Rohani Kelompok Inti

7. Gembala >12 Ayah / Ibu Rohani Kelompok Inti

c. Struktur Organisasi Gereja :

VI. NAMA GEREJA

Nama bukanlah sekedar attribute tetapi bermakna jati diri bagi yang memilikinya. Abram menjadi Abraham, Jacob menjadi Israel menunjukan perubahan mendasar dari pribadi/karakter sang pemilik nama.

Nama “TUNAS DAUD” menggambarkan pribadi/karakter sang pememilik nama.

Wahyu 5 :5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: “Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu Tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya.”

Wahyu 5:5 menggambarkan tidak ada satupun yang layak membuka gulungan kitab dan ketujuh materai karena semua manusia telah berdosa/kalah dan gagal dalam hidup di dunia ini hanya “TUNAS DAUD” yang telah menang. Sprit inilah yang harus ada pada seluruh generasi TUNAS DAUD dan semua umat Allah yang menggunakan/mengakui diri sebagai TUNAS DAUD. Kita telah diberi nama oleh ALLAH sebagai TUNAS DAUD jemaat yang penuh dengan kemenangan. Jemaat Tunas Daud identik dengan kemenangan. Inilah perjuangan kita, perjuangan untuk menjadi pemenang !

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

2 Komentar

Filed under Uncategorized